IKD I smt I
I. SEJARAH PERKEMBANGAN KEPERAWATAN
Perkembangan keperawatan di dunia lahir sejak kehidupan manusia, yang dianggap sbg pekerjaan biasa.
Perkembangan keperawatan dipengaruhi oleh struktur dan kemajuan peradaban (kepercayaan animisme, penyebaran agama, sosial ekonomi masy).
A. ZAMAN PURBAKALA (PRIMITIVE CULTURE)
Merawat scr naluriah (mother instinc).
Animisme, sakit karena pengaruh alam atau kekuatan gaib.
Lebih percaya dukun.
1. MESIR
Kebudayaan mrk menduduki tingkat tinggi, dg adanya pyramida, dll.
Politheisme, dewa ISIS.
Banyak kuil untk menolong orang sakit.
Tabibnya disebut PHYSICIAN.
Ilmu ketabiban sejak 4800 SM.
INHOTAP (INHOTHES) adl tabib yg tlh menggunakan spalk.
Tlh ada kitab dlm bentuk PAPYRUS yg memuat lebih dari 700 jenis macam obat baik dr tumbuhan, hewan dan garam mineral.
2. BABYLON & SYRIA
Berkembang sjk 4000 SM.
680 SM tlh dikenal teknik menghentikan pendarahan hidung dan perawatan jerawat.
Politheisme, dewanya OSIRIS, ISIS, SERAPIS.
Tabib dr mesir.\
3. YAHUDI KUNO.
Ilmu dr bangsa mesir.
Musa sbg pembuat UU bangsa yahudi yg jg ahli hygiene.
Yahudi menjadi dasar hygiene modern yg meliputi :
a. Pemeriksaan dan pemilihan bahan makanan.
b. Mengadakan cara pembuangan kotoran manusia.
c. Melarang makan daging babi.
d. Melaporkan kpd yg berwajib bila ada penyakit yg berbahaya.
Virchow (1821 – 1902) menamakan Musa sbg tabib terbesar sepanjang masa.
4. INDIA.
Raja Asoka mendirikan 18 RS. Sbgian menjd sekolah perawat.
Perawatan tlh dilakukan pembantu tabib yg mndpt pendidikan perawatan.
Bisa disebut perawat jika : suci badan, pikiran dan pandai merawat orang sakit.
Ilmu ketabiban tlh mencapai kemajuan sjk 1200 SM. Dlm SANKRIT VEDAS disebutkan :
a. Macam jenis obat & cara penggunaannya.
b. Cara operasi besar & kecil.
c. Daftar obat beracun & penawarnya.
d. Uraian ttg penyakit.
e. Petunjuk ttg kebersihan diri (msl tiap hr hrs mandi).
f. Syarat seorang tabib & pembantunya yg hrs berkuku pendek & bersih.
g. Pencacaran.
Sejak invasi negara asing, adanya sistem kasta, tlh menyebabkan kemunduran peradaban.
5. TIONGKOK.
Sejak 3000 SM tlh mengalami kemajuan.
Politheisme.
Tlh dikenal SEKSI MAYAT, penyakit kelamin semisal GO & sifilis.
Pencacaran, akupuntur & fisioterapy sjk 1000 SM.
Yg terkenal :
a. SENG LUNG
Ahli pengobatan, ahli penyakit dalam.
Obat dr tumbuhan.
Semboyannya : lihat, dengar, tanya, rasa.
b. CHENG CHUNG CHING
200 SM tlh menggunakan bambu untk lavement. Masa itu, pekerjaan merawat dipersulit krn anggapan penyakit ulah setan.
6. YUNANI
Politheisme, dewanya ASKLEPIOS (AESCULAPIUS) mrpkn dewa pengobatan. Putrinya dewi HYGELA mrpkn dewi kesehatan (hygiene). Untk memuja asklepios, dibuat kuil sklepios untk merawat org sakit yg akan didatangi & disembuhkan dewa lewat mimpi.
Ibu bersalin dan org meninggal dilarang dibawa ke kuil, krn mrpk hal kotor.
XENOPHON (430 – 354 SM) panglima yg punya balai pengobatan.
HIPOCRATES (400 SM) adl Bapak Pengobatan, krn tlh :
a. Meletakkan dasar pengobatan.
b. Penyakit bkn krn setan.
c. Mengembangkan teknik pemeriksaan bdn.
d. Mengajarkan ttg makanan untk org sakit.
e. Penderita sakit jiwa dirawat.
f. Menhargai teman sejawat, bertanggungjawab thd si sakit.
PLATO adl filosof yg menyatakan bhw otak adl pusat kesadaran.
ARISTOTELES adl filosof, ahli jiwa, ahli ilmu hayat yg menyelidiki anatomi dg cara membelah binatang.
7. ROMA.
Telah ada rumah sakit untk merawat budak atau serdadu yg luka.
Perawatan dilakukan oleh budak yang berkelakuan baik.
Telah ditemukan instrumen bedah.
Tokoh terkenal julius caesar (101-44 SM), yang merupakan negaraawan pertama yang mengakui hygiene.
8. IRLANDIA
Putri raja bernama MAGHA telah mendirikan rumah sakit untuk orang miskin yang dinamai BROIN BEARGH (rumah kesusahan).
9. AMERIKA
Telah didirikan rumah sakit sederhana di kota besar oleh bangsa ASTOKEN di Amerika Utara.
Rumah sakit SAN JOSE NAZARENO didirikan oleh CORTEZ (Meksiko, 1521). Perawatan dikerjakan oleh wanita.
10. INDONESIA
Tidak ditemukan catatan tentang perawatan. Hanya kepercayaan bahwa orang sakit adalah akibat perbuatan setan, untuk itu orang sakit biasanya dipasung atau dibuang ke hutan.
B. ZAMAN PERMULAAN MASEHI.
Pengaruh agama masehi.
Perawatan bercorak keagamaan, ajarannya adalah kasih sayang terhadap sesama manusia.
Pengikut agama yang mula-mula berhubungan dengan orang sakit disebut DIAKONES (: melayani), yang terdiri atas wanita tua yang tidak kawin atau janda. Awalnya hanya pembantu gereja, namun dalam perkembangan selanjutnya menjadi pekerjaan penting dlam sejarah perawatan. Mereka yang mengembangkan perawatan dan dianggap sebagai perawat pengunjung rumah yang pertama (PHN).
Syarat menjadi diakones adl baik hati, cinta kasih thd sesama manusia, dewasa, di rumah sendiri, tidak menerima upah kecuali yg perlu betul.
Di Roma terdpt perkumpulan wanita kristen yang memberikan jasanya dlam dunia perawatan yang dikenal sebagai PHILANTROP (: kasih sayang manusia). Mrk menjauh dr keramaian, berkumpul di suatu tempat (monastry), belajar agama, hidup diabdikan untuk kebajikan menolong dan merawat orang yang sengsara/sakit.
Beberpa wanita kristen bangsa Roma yang terkenal :
1. MARCELLA (300 M)
2. FABIOLA.
3. PAULA, beserta anaknya mendirikan sekolah perawatan.
PERMULAAN RUMAH SAKIT.
CONSTANTYN menganjurkan agar mendirikan rumah/bangunan untuk menampung orang sakit yang kemudian disebut XENODOCHEION (: rumah tamu), yang dikepalai oleh BISHOP.
Beberapa wanita bangsawan yang menaruh minat terhadap perawatan :
1. St. Helena, ibu kaisar Constantyn (3 M)
2. Ratu Hedegunde, tharigen jerman (1 M)
3. Matilda, ratu Inggris (2 M)
4. Margareth, dr Provence ratu prancis (12 M)
5. St. Elisabeth, Hongaria (13 M)
6. Eleanor dr castilla, ratu Inggris (13 M)
7. Ratu Elisabeth, portugal (14 M)
Beberapa xenodocheion :
1. Cappadoala oleh Basillius.
2. Constantinopel oleh St. Helena dan St. Zadeus.
3. Alexandria oleh St. Jhon-the almoner.
Pengaruh agama Islam.
Ilmu pengetahuan bangsa Arab lebih maju dan berkembang dibandingkan bangsa eropa, karena kristen lebih menekuni kerohanian.
Bangsa arab menerjemahkan ajaran Galen (tentang obat) dan hypocrates (tentang pengobatan dan ketabiban).
RHAZES (880-932) berhasil menemukan obat cacar dan menyusun kamus obat-obatan.
HUNAYM adl seorang penyair sekaligus ahli mata.
C. ZAMAN PERTENGAHAN
Pengaruh Perang Salib.
Terjadi hingga 7 x (1096-1271). Banyak korban perang, sehingga didirikanlah rumah sakit.
Yang memberikan Perawatan terdiri atas : Orde agama, wanita yang ikut suami berperang serta kumpulan ksatria. Ada 3 organisasi :
a. Organisasi Johanittair (menolong tentara yang lewat).
b. Organisasi Teuton (mempertahankan tempat suci).
c. Organisasi Tempeller (menolong tentara).
Orang suci dlm perawatan :
1. St. Fransiscus, Asisi Italia (1182-1226)
Merawat orang kusta, mendorong lapangan sosial, mendirikan St. Orde Fransiscanen.
2. St. Elisabeth, Hongaria (1207-1231)
Mendirikan RS St. Anna di Eisembach, merawat orang kusta.
3. St. Catharina, sienna Italia (1347-1380)
Menolong orang sakit di RS Scola, 1372 saat wabah pes di Sienna.
Rumah sakit-rumah sakit penting :
a. Hotel Dieu di lion (543) didirikan oleh clovis.
Berkapasitas 100 tt untuk 500 pasien, mempunyai bangsal isolasi untuk penyakit menular, telah terorganisir, perawatan dilakukan oleh “orang-orang tobat”, selanjutnya oleh orang terdidik.
b. Hotel Dieu di Paris (650) didirikan oleh bishop dr paris.
Pengawasan oleh gereja St. Christofel, perawatan dikerjakan oleh orde augustinair, setelah revolusi perancis, dilakukan oleh orang bebas tak terikat agama.
c. RS Bartholomeus di London (1123) Rahere.
Awalnya untuk orang miskin, selanjutnya untuk umum. Perawatan dikerjakan oleh orde agama, selanjutnya oleh umum.
d. RS St. Thomas (1123)
Di sini florence nightingale memulai karir dlm memperbaharui perawatan.
e. RS Alexias, didirikan oleh raja constantinopel Alexius I (1118)
f. RS Pontocrata, didirikan oleh Jhon II (1143)
PENGOBATAN
Sejak awal masehi hingga awal pertengahan, ilmu ketabiban mengalami kemunduran sebab :
1. Pekerjaan ketabiban dikerjakan oleh budak.
2. Orang hanya mementingkan kerohanian.
Setelah zaman renaissance muncul orang berpandangan luas. Ajaran hypocrates menjd dasar.
Uniform perawat sekarang berasal dari pakaian orde agama di abad pertengahan.
D. ZAMAN BARU
Akhir abad ke 19, keadaan berubah karena adanya penemuan-penemuan teori dlm pengobatan dan penyakit, seperti :
a. Anthonie van leuwenhoek, menemukan mikroskop
b. Louis pasteur, menemukan ilmu bakteri
c. Oliver holmes, menulis ttg febris puerpuralis.
d. Mendel, menemukan teori genetika
e. Iqnaz semmelweis, memperbaiki teknis kebidanan.
f. Rontgen, menemukan x ray
g. Crawford long dan morton, menemukan aether.
Sejalan dg penemua-penemuan tsb, maka ilmu keperawatan jg mengalami kemajuan sgt pesat yg dipelopori oleh florence nightingale.
RENAISSANCE DAN PENGARUHNYA.
Terjd perubahan disegala lapangan :
a. Eksplorasi. Ditemukan negeri-negeri baru oleh penjelajah (colombus, drake, magelheins)
b. Kemajuan literatur (william sharkespear, sir Thomas more)
c. Kemajuan seni (leonardo da vinci, michaelangelo, borthelini)
d. Kemajuan ilmu ketabiban :
- Soranus (ahli obgyn)
- Andreas vaselius (pengarang buku anatomi)
- Ambroise pare (ahli bedah)
- Galen (ahli bedah)
- Paraceisus (penggunaan mercury untuk sifilisa)
- Gabrielle fallopie (penemu tuba fallopi)
- Anthonie van leuwenhoek (penemu mikroskop)
- Athanasius kircher (penemu hubungan mikroba dg penyakit)
REFORMASI DAN PENGARUHNYA
Tjd gerakan pembaharuan yg ditujukan kepd gereja, shg terjd perpecahan dlm kristen. (katolik-protestan)
- Tjd penghapusan organisasi keagamaan
- Penghapusan monastery, RS diambil alih sipil.
- Perawatan mengalami kemunduran, karena yg semula dikerjakan oleh orde agama, tlh diambil alih oleh org yg tdk mengerti.
Di Inggris :
- Monastery dan RS dihapuskan.
- Akhir abad 18 baru didirikan London Hospital.
- Pekerjaan perawatan mengalami kemunduran.
Di Perancis :
- = di inggris.
- Se abad kemudian baru muncul st. Vincent de paul (bishop)
- Pekerjaan perawatan adl pekerjaan suci.
Di Amerika :
- Didirikan RS hotel dieu di montreal oleh yeane mance (1644)
Di portugal :
- Berkembang pekerja sosial, shg muncul usaha yg bergerak dlm perawatan, yg tdr dr kaum laki-0laki. Dipelopori oleh Juan de Dios (1495-1550) bernama “brother of mercy”
Di Spanyol :
- Raja phillips II mengadakan perbaikan perawatan.
- RS hrs ada dokter
- Alat RS hrs lengkap
- Hrs ada perhatian thd penderita
Di roma :
- Saat tjd wabah 1590, st. Gamillius mendirikan satu perkumpulan laki-laki yg melakukan perawatan di RS
SEJARAH PERKEMBANGAN KEPERAWATAN DI INDONESIA
A. Masa Kuno.
Tidak terdapat catatan mengenainya, hanya keperawatan pd saat itu berdasarkan mother instinc. Kepercayaan terhdap dukun masih kuat.
B. Masa Kolonial
Belanda.
Banyak dipengaruhi oleh konsep keperawatan dari negeri Belanda. Belanda mendirikan dinas kesehatan tentara Military Gezondherds Dients (MGD) dan dinas kesehatan rakyat Burgerlijke Gezondherds Dients (BGD).
Mereka mendirikan rumah sakit Il Butten Hospital.
Perawat (Velpleeger) bekerja dg dibantu oleh penjaga orang sakit yg disebut Zieken Opposer. Mereka difasilitasi untuk membentuk organisasi profesi Perkoempoelan Zieken Velpleeger/velpleester Boemi Poetra (PZVB Boeni Poetra) yg terbentuk untuk pertama kali di Surabaya pd tahun 1799.
Ilmu keperawaatan pd masa Belanda disebut Verpleegkunde.
1819 didirikan RS Stadsverband di glodok, yang kemudian 1919 dipindah ke salemba dan diubah namanya menjadi RSCM.
1816 – 1942 berdiri RS RS swasta antara lain RS PGI Cikini, RS st. Boromeus Bandung, RS Elizabeth Semarang
Inggris (1811-1816).
Gubernur Jendral Raffles sangat memperhatikan rakyat. Semboyannya “kesehatan adalah milik manusia”. Usahanya di bidang kesehatan :
a. Pencacaran umum.
b. Membenahi cara perawatan pasien gangguan jiwa.
c. Memperhatikan kesehatan tawanan.
Jepang (1942-1945).
Keperawatan mengalami kemunduran. Hal ini terlihat dari :
a. Pekerjaan perawat oleh orang yg tak terdidik.
b. Pimpinan RS adl orang Jepang.
c. Obat-obatan sgt kurang.
d. Wabah penyakit dimana-mana.
C. Masa Kemerdekaan.
a. Sebelum 1950, Indonesia belum mempunyai konsep keperawatan.
b. 1950 didirikan Sekolah Penata Rawat (SPR).
c. 1945-1955 berdiri Persatuan Djuru Rawat dan Bidan Indonesia (PDBI), serikat buruh kesehatan, Persatuan Djuru Kesehatan Indonesia (PDKI), persatuan pegawai dalam kesehatan.
d. 1962 berdiri Akper.
e. 1955-1971 organisasi keperawatan mengalami perubahan, yaitu Ikatan Perawat Indonesia, Ikatan Bidan Indonesia, Ikatan Guru Perawat Indonesia, Korps Perawat Indonesia, Majelis Permusyawaratan Perawat Indonesia Sementara (MAPPIS), federasi tenaga keperawatan.
f. 1974 Rakernas Pendidikan tenaga Keperawatan Tingkat Dasar, berdiri SPK menggantikan SPR.
g. 1974 berdiri PPNI.
h. 1976 pendidikan keperawatan mandiri, terpisah dari RS.
i. 1983 Lokakarya Nasional Keperawatan I, menghasilkan :
- Peranan independen dan interdependen yg lebih terintegrasi dlm pelayanan kesehatan.
- Program gelar dlm pendidikan keperawatan.
- Pengakuan keperawatan sbg satu profesi yg punya identitas profesional berotonomi, berkeahlian, punya hak untuk mengawasi praktek keperawatan dan pendidikan keperawatan.
j. 1985 berdiri Program Study ilmu keperawatan UI.
k. 1995 PSIK UI berubah menjadi Fakultas Keperawatan.
l. 1999 berdiri Pasca Sarjana Keperawatan.
m. 2000 terbit lisensi praktek keperawatan berupa Permenkes.
II. TEORI SISTEM
KONSEP SISTEM DAN PENDEKATAN SISTEM
1. Pengertian
Adl gabungan elemen yg saling dihubungkan o/ suatu proses/struktur & berfungsi sbg satu kesatuan organisasi dlm upaya menghasilkan sesuatu yg tlh ditetapkan. (ryans).
Adl struktur konseptual yg tdd fungsi yg saling berhubungan yg bekerja sbg satu unit organik u/ mencapai keluaran yg efektif & efisien (john mc manama).
Dr definisi tsb sistem dpt dibedakan atas :
- Sistem sbg suatu wujud (bisa konkrit atau abstrak).
- Sistem sbg suatu metode.
2. Ciri-ciri sistem :
a. Mempunyai tujuan.
b. Tdd elemen yg membentuk satu kesatuan.
c. Elemen tsb saling behubungan & berinteraksi.
d. Sistem bersifat terbuka & sll berinteraksi dg sistem yg lbh luas.
e. Mempunyai kemampuan transformasi (mengubah).
f. Memiliki batasan & lingkungan.
g. Mempunyai mekanisme pengendalian.
3. Unsur-unsur Sistem
a. Input.
b. Proses.
c. Output.
d. Feedback.
e. Dampak.
f. Lingkungan.
4. Jenjang Sistem
a. Supra sistem
Adl lingkungan dimana sistem tsb berada, yg jg mrpkn suatu sistem yg lbh luas yg mempengaruhi sistem, namun tdk dikelola o/ sistem.
b. Sistem
Adl sesuatu yg mjd subyek & obyek pengamatan.
c. Sub sistem
Adl bagian dr sistem yg scr mandiri membentuk sistem pula.
5. Pendekatan Sistem
a. Definisi
- Mrpkn penerapan suatu prosedur yg logis dan rasional dlm merancang suatu rangkaian komponen yg berhubungan shg dpt berfungsi sbg satu kesatuan u/ mencapai tujuan yg tlh ditetapkan.
- Adl penerapan cara berfikir yg sistematis & logis dlm membahas & mencari pemecahan masalah atau keadaan yg dihadapi.
b. Kegunaan Pendekatan Sistem dlm Pelayanan Keperawatan.
- Konsep pendekatan sistem menimbulkan kaitan bersifat konseptual diantara bagian yg terlihat, memungkinkan pertukaran informasi.
- Melihat manusia sbg sistem yg utuh & memiliki tujuan, memiliki potensi yg dpt digali & dikembangkan, sifatnya sbg sistem yg terbuka, mempermudah intervensi.
- Memungkinkan manusia menyadari lingkungannya.
- Manusia sbg makhluk unik dlm berbagai tingkatan memungkinkan perawat memberikan intervensi keperawatan yg sesuai.
- Memungkinkan perawat memecahkan masalah.
- Mendorong praktik keperawatan yg berorientasi kpd proses keperawatan.
c. Penerapan Pendekatan Sistem dlm Pelayanan Keperawatan.
- Keperawatan mrpkn gabungan dr berbagai disiplin ilmu.
- Manusia sbg sasaran pelayanan keperawatan dilihat sbg makhluk holistik, goal directed, self maintanacing, berkreasi/potensi, memiliki pengaturan diri, tumbuh, nerkembang & trs belajar, terbuka u/ mdpt informasi atau manipulasi, terus menerus mempengaruhi & dipengaruhi lingkungan dan hrs beradaptasi dg lingkungan.
- Memandang ekologi.
- Batasan (boundaries) dlm memberikan askep dpt digambarkan sbg batasan antar disiplin ilmu/profesi.
- Diaplikasi dlm sistem asuhan yaitu keperawatan yg bersifat sirkuler.
- Sifat sistem yg sll berkaitan (interrelated) akan meyakinkan perawat akan kemungkinan tjdnya perubahan, pertumbuhan & proses belajar.
- Dlm proses keperawatan akan tjd kolaborasi & negosiasi antar profesi dan klien dan intervensi bbrp level/hirarki individu klienn akan terus mewarnai proses keperawatan.
- Dg difahami sistem terbuka, maka perawat hrs mengenal sumber-sumber yg dpt dimanfaatkan o/ klien selama maupun sesudah sakit (misal lembaga sosial, panti, sumber dana/bantuan dll).
Pelayanan keperawatan pd dasarnya mrpkn suatu sistem yg ckp komplek & dpt digambarkan sbb :
- Institusi pelayanan keperawaatan : functional system
- Managemen keperawatan yg diterapkan : power system
- Proses keperawatan : information service system.
- Prosedur/protokol : mental – motor work system
- Tenaga keperawatan : individual personality sistem
- Team/grup keperawatan : social system
Sistem Hirarki Manusia:
Supra Sistem :
- Masyarakat.
- Kelompok. -- Ã social
- Keluarga. -- Ã antropol
Sistem:
- Manusia/individu -- Ã psikologi
Sub Sistem :
- Sistem organ -- Ã fisiologi
- Organ -- Ã anatomi.
Sel -- Ã mikrobiologi
III. LANGKAH MENGOPERASIKAN KOMPUTER
Yang dibahas :
- Cara menghidupkan komputer
- Cara mengetik di program wordoffice
- Cara menyimpan file
- Cara mencari file yang telah disimpan
- Cara merubah file dan menyimpannya menjadi file lain (save as)
- Cara mematikan komputer
IV. KONSEP BERUBAH
Berubah mrpkn kegiatan atau proses yg membuat sesuatu atau seseorang berbeda dg keadaan sblmnya. (atkinson, 1987)
Berubah mrpkn proses yg menyebabkan perubahan pd prilaku individu atau institusi (brooten, 1978)
Perubahan adl suatu proses dimana tjd peralihan atau perpindahandr status tetap (statis) menjadi dinamis. Ã dpt menyesuaikan diri dg lingkungan.
Motivasi berubah & melakukan perubahan :
a. Dorongan kebutuhan dasar.
Maslow (1954), keb dasar yg mendorong perubahan : biologis, aman, nyaman, cinta mencintai, harga diri & aktualisasi diri.
b. Dorongan kebutuhan dasar interpersonal.
Schuts W. (1966) :
a. Kebutuhan u/ berkumpul.
b. Kebutuhan u/ mengendalikan/mempengaruhi lingkungan.
c. Kebutuhan u/ dikasihi.
Jenis-jenis perubahan :
A. SIFAT PENGELOLAAN
a. Perubahan berencana.
ü dilakukan scr sadar.
ü Persiapannya serius.
ü Perlu ketrampilan pemecahan masalah.
ü Perlu ketrampilan interpersonal.
ü Dilakukan u/ meningkatkan kondisi kehidupan.
b. Perubahan tdk terencana.
ü Tidak disengaja.
ü Hasil tak terduga.
B. SIFAT KETERLIBATAN
a. Partisipatif.
ü Ada informasi
ü Sikap positif thd perubahan
ü Ada kesepakatan
b. Paksaan
ü Menggunakan kekuatan
ü Berubah total
C. DILIHAT DARI PROSES BERUBAH
a. Spontan.
ü Alamiah, tak terkontrol & sulit diantisipasi serta diramalkan.
b. Perkembangan.
Mengikuti proses dari dasar menuju ke yg lebih optimal.
c. Direncanakan.
Dpt dikontrol, u/ mencapai yg lbh baik & optimal.
FAKTOR YANG MENDUKUNG PERUBAHAN :
1. Perubahan dipandang sbg hal positif o/ target yg akan berubah.
2. Perubahan sesuai dg nilai & norma.
3. Perubahan sederhana & konkrit.
4. Target berubah dilibatkan sejak fase awal.
5. Evaluasi & antisipasi dilakukan pd skala kecil dulu.
6. Tokoh dilibatkan.
7. Komunikasi terbuka antara target & inovator (change agent)
8. Evaluasi sbg bagian dr proses berubah.
HAMBATAN PERUBAHAN :
1. Ancaman kepentingan pribadi.
2. Persepsi yg kurang tepat.
3. Reaksi psikologis.
4. Toleransi thd perubahan rendah.
5. Kebiasaan.
6. Ketergantungan.
7. Perasaaan tdk aman.
8. Norma.
RESPON THD PERUBAHAN :
Umumnya sering muncul resistensi (penolakan). Selain itu jg timbul ketakutan :
a. Takut k/ tdk tahu.
b. Takut kehilangan kemampuan, ketrampilan/keahlian.
c. Takut kehilangan kepercayaan/kedudukan.
d. Takut kehilangan imbalan.
e. Takut kehilangan dukungan, penghargaan & perhatian.
f. Takut gagal.
FASE REAKSI EMOSIONAL INDIVIDU DLM PERUBAHAN :
1. Fase equibrium (keseimbangan intelektual, sinkronisasi tujuan & profesionalisme)
2. Fase denial (penolakan/mengingkari)
3. Fase anger (marah)
4. Fase bargaining (negosiasi u/ tdk melakukan perubahan & ttp pd status quo)
5. Fase chaos (energi terdifusi, rasa tdk berdaya)
6. Fase depression (takut kehilangan menyebabkan depresi, smntr preparatory depression menfasilitasi penerimaan)
7. Fase resignation (perubahan diterima, meski merasa tdk bahagia)
8. Fase opennes (individu siap u/ melakukan perubahan)
9. Fase readiness (individu mengalami perasaan emosional “letting go”)
10. Fase reemergence (individu mulai merasa berdaya dan memulai kegiatan)
TEORI BERUBAH
A. KURT LEWIN (1951)
Tahap perubahan :
a. Unfreezing (pencairan)
Motivasi kuat, siap & menyiapkan diri u/ berubah & melakukan perubahan.
b. Moving (bergerak)
Ada pergerakan ke sesuatu yg baru.
c. Refreezing (pembekuan kembali)
Tujuan perubahan sdh dicapai.
B. ROGERS E (1962)
Tahap perubahan :
a. Awarenes (kesadaran)
Sadar u/ berubah.
b. Interest (minat)
Ada minat u/ berubah.
c. Evaluation (penilaian)
Dilakukan u/ melihat hambatan.
d. Trial (uji coba)
Tahap uji coba terhadap perubahan.
e. Adaptation (penerimaan)
f. Proses menerima & mempertahankan perubahan.
C. LIPPIT
Mrpkn pengembangan teori Kurt lewin :
a. Mendiagnosis masalah.
Mengidentifikasi semua faktor yg mungkin mendukung/menghambat perubahan.
b. Mengkaji motivasi & kemampuan u/ berubah.
c. Mengkaji motivasi & sumber-sumber agen.
Mencari dukungan internal/eksternal/interpersonal.
d. Menyeleksi objektif akhir perubahan.
Menyusun semua hasil yg didpt u/ menyusun perencanaan.
e. Memilih peran yg sesuai u/ agen berubah.
Pd tahap ini sering tjd konflik terutama dg masalah personal.
f. Mempertahankan perubahan.
g. Mengakhiri hubungan saling membantu (terminasi).
MODEL PERUBAHAN
1. RESEARCH & DEVELOPMENT MODEL
Berdasarkan pd penelitian & perencanaan dlm perubahan. Dilakukan dg mengidentifikasi bentuk, mengembangkan komponen, menyiapkan & melakukan desiminasi ttg hal yg akan dilakukan.
2. SOSIAL INTERACTION
Berdasarkan kerjasama yg fokus pd persepsi & respon yg akan dilakukan.
3. PROBLEM SOLVING MODEL
Menekankan pd penyelesaian masalah. Langkahnya : identifikasi masalah, mendiagnosis masalah, mencari penyelesaian, melakukan uji coba, evaluasi perubahan.
STRATEGI BERUBAH :
1. RASIONAL EMPIRIK
Change agent tahu dg baik hal yg perlu dilakukan mengenai strategi menarik & efektif u/ merubah.
2. REEDUKATIF NORMATIF
Pengetahuan, nilai & sikap mjd norma bg seseorang.
3. POWER COERCIVE (paksaan-kekuatan)
Menggunakan kekuasaan u/ memberikan sangsi.
TINGKATAN PERUBAHAN :
1. PENGETAHUAN (KNOWLEDGE).
2. SIKAP (ATTITUDE).
3. PRILAKU ( INDIVIDU BEHAVIOR).
4. PRILAKU KELOMPOK (GROUP BEHAVIOR).
Tingkatan tersulit dan terlama adalah u/ merubah peilaku kelompok.
TIPE PERUBAHAN :
1. INDOKTRINASI, Dilakukan o/ pimpinan dg kekuatan sepihak (doktrin)
2. PAKSAAN, Dilakukan dg memaksa (kekerasan).
3. TEKNOKRATIK, dilakukan dg melibatkan kekuatan lain.
4. INTERAKSIONAL, dilakukan dg menggunakan kekuatan kelompok yg berinteraksi.
5. SOSIALISASI, dg bekerjasama dg kelompok lain.
6. EMULTIF, dengan menggunakan kekuatan unilateral. Bawahan berusaha menyamai pimpinan.
7. ALAMIAH, perubahan terjadi k/ sesuatu yg tdk disengaja.
KATEGORI PENERIMA PERUBAHAN
1. INOVATOR
Antusias, energik, terobsesi dg petualangan, radikal, mampu mempengaruhi perubahan, kontroversial.
2. EARLY ADAPTOR
Terbuka, reseptif thd ide baru, krg terobsesi u/ melakukan perubahan dibanding inovator.
3. LATE MAJORITY
Followers, skeptis, negatif thinking, menerima perubahan stlh mayoritas anggota organisasi menerima sebuah inovasi.
4. REJECTOR
Terbuka menolak perubahan & mnjd provokator yg mengajak org lain u/ melakukan hal yg sama.
CARA MENGHADAPI ORANG YG RESISTEN
1. Partisipatif
2. Paksaan
3. Manipulatif
4. Pendidikan
5. Orang luar
6. Imbalan
7. Prilaku yg menyokong
8. Pengenalan scr berkala
PERUBAHAN DLM PERAWATAN
1. Keperawatan sbg profesi
Adanya tuntutan pelayanan keperawatan yg mandiri, pergeseran kedudukan, peran & tanggungjawab perawat yg diakui o/ profesi lain.
2. Keperawatan sbg bentuk pelayanan askep profesional
Perkembangan masalah kesehatan & tuntutan kebutuhan masyarakat.
3. Keperawatan sbg ilmu pengetahuan
Perkembangan ilmu & teknologi keperawatan,
4. Keperawatan sbg komunitas masyarakat ilmiah
Pergeseran thd peran & tanggung jawab keperawatan. Mengatasi masalah kesehatan masyarakat melalui pelayanan/asuhann keperawatan.
Pergeseran pemahaman ttg keperawatan
Adanya tuntutan & perkembangan kebutuhan masyarakat akan pelayanan kessehatan, perkembangan iptek & profesi.
Vokasional à keperawatan sbg profesi
- Keperawatan sbg bagian Pelayanan/asuhan medis bergeser mjd praktek keperawatan yg profesional/ilmiah (scientic nursing practice)
- Pendidikan keperawatan bergeser dr jenjang pendidikan menengah ke pendidikan tinggi (higher learning institution)
KEPERAWATAN SBG PEMBAHARU
Karakteristik pembaharu (Maukseh & Miller/Kozier) :
1. Dpt mengatasi/menanggung resiko.
2. Komitmen akan keberhasilan perubahan.
3. Punya pengetahuan yg luas termasuk hasil riset, data ilmu dasar, mengasai praktek, punya keterampilan teknik & interpersonal.
Agar efektif, seorang pembaharu sebaiknya :
a. Mudah ditemui o/ yg terlibat dlm proses berubah.
b. Dpt dipercaya.
c. Jujur & tegas dlm menetapkan tujuan, perencanaan & mengatasi masalah.
d. Menetapkan tanggungjawab dr mrk yg terlibat.
e. Mjd pendengar yg baik.
PROSES PERENCANAAN & IMPLEMENTASI PERUBAHAN
Cara mengidentifikasi masalah dpt menggunakan :
A. METODE SWOT
Suatu metode u/ mengevaluasi masalah dg menilai kemampuan diri dr aspek ;
S : STRENGT (kekuatan)
W : WEAKNESS (kelemahan)
O : OPPORTUNITY (Peluang)
T : THREATS (ancaman)
S & W dari internal, O & T dari external.
B. METODE 5W 1H and POSSIBELITY
1. WHAT (apa) masalah yg spesifik & perubahan yg direncanakan.
2. WHY (mengapa) perubahan tsb diperlukan? Apakah situasi yg baru akan lgh baik? Apa yg dirubah? Apa yg didpt?
3. WHO (siapa) yg akan terlibat dan yg mjd target/sasaran perubahan?
4. WHEN (kapan) waktu perencanaan & pelaksanaan?
5. WHERE (dimana) perubahan tsb akan dilaksanakan?
6. HOW (bagaimana) perubahan tsb dilaksanakan?
7. POSSIBILITY (mungkinkah) perubahan tsb dilaksanakan?
V. KONSEP HOLISTIC CARE
Konsep asuhan keperawatan adl tindakan perawatan yg mrpkn konfigurasi dr ilmu kesehatan & seni merawat yg meliputi pengetahuan ilmu humanistik, filosofi perawatan, praktik klinis keperawatan, komunikasi dan ilmu sosial (Kozier Barabara, 1983)
Target pelayanan meliputi Bio Psiko Sosial Spiritual.
Karena itu, perawatan hrs didasarkan pd tindakan yg komprehensif sekaligus holistik.
KOMPONEN DLM HOLISTIK CARE
A. HOLISME
Holistic à menhyeluruh, meliputi dimensi fisiologis, psikologis, sosiokultural, spiritual.
Holistic terkait dg kesejahteraan (wellnes) yg mrpkn kesatuan yg utuh.
Holistic care : memberikan asuhan keperawatan dg menfasilitasi kemampuan klien untuk melakukan adaptasi dlm menghadapi perubahan kebutuhan dasarnya (biologis, psikologis, sosial kultural)
B. CARING
: tindakan yg bertujuan memberikan asuhan fisik & memperhatikan emosi serta meningkatkan rasa aman & keselamatan klien (Carruth et all, 1999)
Pandangan seseorang thd caring dipengaruhi oleh :
a. Persepsi ttg caring.
b. Konsep perawat sbg disiplin ilmu & profesi
(Boykin & Schoenhofer)
Tujuh asumsi yg mendasari konsep caring (watson dim julia, 1995) :
1. Caring efektif bila diperlihatkan 7 dipraktekkan scr interpersonal.
2. Caring tdd faktor kuratif yg berasal dr kepuasan dlm membantu memenuhi kebutuhan klien.
3. Caring yg efektif dpt meningkatkan kesehatan individu & keluarga.
4. Caring mrpkn respon yg diterima o/ seseorang, tdk hanya saat itu saja, namun jg mempengaruhi akan spt apa seseorang tsb nantinya.
5. Lingkungan yang penuh caring sgt potensial untuk mendukung perkembangan seseorangdlm memilih tindakan yg terbaik u/ dirinya sendiri.
6. Caring lbh kompleks dr pd curing. Praktik caring memadukan antara pengetahuan biofisik dipadu dg pengetahuan prilaku yg berguna dlm meningkatkan derajat kesehatan & membantu klien yg sakit.
7. Caring mrpkn inti perawatan.
CARING MRPKN :
a. Interaksi interpersonal.
∞ hub interpersonal adl intisari caring
∞ interaksi perawat & klien menunjukkan caring
∞ caring mencakup perasaan & prilaku dlm hubungan tsb
∞ mrpkn hubungan yg supportif
b. Human trait
∞ pembawaan dr lahir
∞ potensi merawat berbeda antara perawat & bkn perawat.
∞ pengalaman berpengaruh
∞ caring profesional : dimensi rasa kasihan, kemampuan, percaya diri, kata hati, komitmen.
c. Moral imperatif
∞ sbg nilai fundamental atau moral ideal dlm keperawatan
∞ menghargai martabat & integritas klien
∞ dasar semua tindakan keperawatan
∞ lingkungan hrs mendukung tjdnya caring
d. Affect
∞ perluasan keterlibatan emosi dg pasien (empati)
∞ caring mrpkn tanda perasaan peduli, minat, tdk melakukan kekeliruan dlm melakukan perlindungan.
∞ caring sbg suatu dedikasi, yg mendorong u/ melakukan tindakan keperawatan.
e. Intervensi terapeutik.
∞ mendengar penuh perhatian
∞ penyuluhan
∞ membela pasien
∞ memberi sentuhan
∞ berada di samping pasien
∞ terampil scr teknik.
Cerminan Sikap Caring (watson, 1979) :
1. Human altrustic (mengutamakan nilai kemanusiaan)
2. Menanamkan kepercayaan-harapan
3. Mengembangkan kepekaan thd diri sendiri & orang lain
4. Pengembangan bantuan & hubungan saling percaya
5. Meningkatkan 7 menerima ungkapan perasaan positif & negatif.
6. Sistematis dlm metode pemecahan masalah.
7. Pengembangan pengetahuan & pendidikan interpersonal
8. Meningkatkan dukungan, perlindungan mental, fisik, sosial budaya dan lingkungan spiritual.
9. Senang membantu kebutuhan manusia.
10. Menghargai kekuatan eksistensial-phenomenologikal.
Tahap pendekatan perawat – pasien ;
1. Attachment (kasih sayang)
2. Assiduity (penuh perhatian)
3. Intimacy (keakraban)
4. Konfirmation (penegasan)
5. Caring
Sikap & prilaku caring :
a. Sikap caring diberikan melalui kejujuran, kepercayaan 7 nilai baik.
b. Perilaku caring à membantu klien à perubahan positif pd aspek fisik, psikologis, sosial spiritual.
Contoh sikap perilaku caring :
- Memperkenalkan diri serta membuat kontrak hubungan.
- Menyebutkan klien dg namanya.
- Menggunakan sentuhan.
- Mengkaji lebih lanjut keinginan klien.
- Meyakinkan klien bhw perawat akan membantu.
- Menjelaskan tindakan yg akan dilakukan.
- Bersikap empati & jujur
- Selalu mendahulukan kepentingan klien
- Memberi waktu & perhatian
- Bekerja dg terampil cepat cermat berdasarkan ilmu.
- Respon cepat & tanggap
- Memberi rasa aman & nyaman.
Membangun Pribadi Caring dpt menggunakan :
1. Pendekatan individu, meningkatkan pengetahuan & ketrampilan caring.
2. Pendekatan organisasi, perencanaan pengembangan, imbalan atau yg terkait dg kepuasan kerja perawat.
3. Effective leadership, peran lingkungan kerja yg kondusif, kepemimpinan yg efektif, perencanaan jenjang karir perawat yg terstruktur à meningkatkan kinerja perawat dlm caring.
C. HUMANISME
: suatu sikap & pendekatan yg memperlakukan klien dg memperhatikan perasaan, pikiran, nilai-nilai, pengalaman, kesukaan, prilaku & bahasa tubuh klien.
Dlm pendekatan humanistik diperlukan kesadaran diri perawat akan perbedaan & keunikan klien.
Cara u/ meningkatkan kesadaran diri :
a. Mempelajari diri sendiri (prilaku, perasaan, pengalaman, hub interpersonal & pribadi)
b. Belajar dr orang lain
c. Membuka diri
D. TRANSKULTURAL NURSING
Pendekatan dlm memenuhi kebutuhan klien tdk dpt dilepaskan dr field of experience (pengalaman masa lampau hidupnya), yg sgt dipengaruhi internalisasi nilai budaya yg sdh menyatu dlm diri klien.
Leininger mengemukakan konsep ttg latar belakang budaya sbg aspek yg sgt berpengaruh thd prilaku sehat seseorang à pendekatan intervensi keperawatan (cultural nursing approach) hrs menyertakan pandangan & latar belakang budaya klien sbg pertimbangan.
Perbedaan norma, prilaku, pengalaman masa lampau & adat istiadat pasien menuntut seorang perawat u/ memahami model pemenuhan harapan pasien, bkn hanya dr sisi pelayanan keperawatan, namun jg hrs mengerti & memahami nilai budaya pasien yg beraneka ragam, agar harapan pasien sbg manusia dpt dipenuhi scr komprehensip & holistic.
Keperawatan Transkultural merupakan suatu area kajian ilmiah yg berkaitan dg perbedaan maupun kesamaan nilai budaya yg mempengaruhi seorang perawat dlm memberikan asuhan keperawatan kpd klien.
Aspek dlm keperawatan transkultural :
1. Keperawtan sbg seni ketrampialan & humanistik.
2. Keperawatan berpusat pd individu.
3. Tujuan keperawatan adl u/ mempertahankan kesejahteraan & memberikan bantuan thd proses pemulihan dr suatu penyakit dg mempertimbangkan perbedaan budaya.
Elemen yg perlu diketahui & diimplementasikan o/ perawat :
1. Menilai keragaman budaya.
2. Punya kapasitas u/ meng assesment budaya.
3. Menyadari bhw budaya bersifst dinamis & inherent dlm tjdnya budaya
4. Tahu pengetahuan kebudayaan yg sdh dilembagakan.
5. Punya adaptasi yg terus menerus dikembangkan dlm upaya merefleksikan & memahami keanekaragaman budaya.
Kemampuan perawat sbg provider :
1. Punya kapabilitas menghadpi tantangan langsung, yaitu prbedaan dr klien yg berbeda suku/ras.
2. Punya kemampuan komunikasi dlm menghadapi klien yg beraneka ragam budayanya.
3. Punya kapabilitas dlm bidang etnichs.
4. Punya kapabilitas dlm menumbuhkan kepercayaan.
Langkah dlm menerima perbedaan budaya perawar-pasien :
1. Preservasi asuhan kultural
Perawat melibatkan penghargaan yg penuh thd pandangan budaya & ritual pasien & kerabatnya.
2. Adaptasi asuhan kultural.
Negosiasi perawt, pasien 7 keluarganya dlm rangka menyesuaikan pandangan & ritual ttt yg berkaitan dg sehat, sakit dan asuhan.
3. Rekonstruksi asuhan kultural
Kerjasama perawaat, pasien & kerabatnya dlm rangka membawa perubahan thd prilaku mrk yg berkaitan dg sehat, sakit & asuhan dg carra yg bermakna bg mrk.
Universal precaution meliputi :
1. Penggunaan pelindung diri (masker, handscoon, scort, boot).
2. Melakukan dekontaminasi.
3. Menjaga kebersihan.
4. Mengolah limbah secara benar.
Pendukungan pd aspek sosial meliputi :
1. Emosional à empati
2. Penghargaan à meningkatkan harga diri.
3. Instrumental à bantuan biaya
4. Informasi.
VI. LANGKAH MEMBUAT EMAIL
A. DI yahoo.com
1. Buka browser
3. Klik create new account
4. Isi daftar isian yang terdiri atas :
a. Nama depan
b. Nama belakang
c. Tulis nama account email yang kita inginkan
d. Cek ketersediaan
e. Buat password minimal 8 karakter
f. Ulangi password yang sama
g. Tanggal, bulan, tahun lahir
h. Gender/kelamin
i. Buat pertanyaan keamanan dan jawabannya (yang akan berguna jika kita lupa password)
j. Masukkan alamat email kita yang lain apabila ada
k. Tuliskan kode unik pada kotak yang tersedia, sesuai dengan kode yang muncul
l. Klik tab terima buat account baru.
5. Bila berhasil, maka akan ada konfirmasi dari yahoo.
B. Di google.com
1. Buka browser
3. Klik create new account
4. Isi daftar isian yang terdiri atas :
a. Nama depan
b. Nama belakang
c. Tulis nama account email yang kita inginkan
d. Cek ketersediaan
e. Buat password minimal 8 karakter
f. Ulangi password yang sama
g. Tanggal, bulan, tahun lahir
h. Gender/kelamin
i. Buat pertanyaan keamanan dan jawabannya (yang akan berguna jika kita lupa password)
j. Masukkan alamat email kita yang lain apabila ada
k. Tuliskan kode unik pada kotak yang tersedia, sesuai dengan kode yang muncul
l. Klik pada cek list terima persyaratan dan kondisi
m. Klik buat account.
5. Bila berhasil, maka akan ada konfirmasi dari google.
VII. LANGKAH MEMBUAT BLOG
Langkah membuat blog di blogger.com
1. Buka browser
3. Klik tab buat blog
4. Isi kolom formulir isian yang tersedia :
a. Tulis nama depan dan belakang
b. Tulis alamat email yang kita punya
c. Tulis alamat blog yang kita inginkan
d. Cek ketersediaan
e. Tulis kode unik pada kotak yang tersedia
f. Klik pada kotak ceklist terima persyaratan
g. Klik tab buat blog
5. Bila berhasil, maka akan ada notifikasi dari blogger.
6. Apabila ingin memposting artikel, foto atau file lainnya, maka klik tab buat entry baru
7. Setelah selesai membuat artikel atau memuat foto ataupun file lainnya, klik tab pratinjau
8. Bila artikel yang kita buat dirasa telah sesuai dengan keinginan, maka langsung klik tab publish
VIII. PRINSIP ETIKA KEPERAWATAN
IX. MENGIRIM EMAIL DAN MENULIS BLOG
X. ISU ETIK DLM KEPERAWATAN
ETIKA : aturan atau norma yg dpt digunakan sbg acuan bagi prilaku seseorang yang berkaitan dg tindakan seseorang yang merupakan suatu kewajiban dan tanggung jawab moral.
Fungsinya menjadi penuntun prilaku serta membuat keputusan untuk melindungi hak-hak manusia.
MASALAH ETIK :
1. Isu etik
Yaitu adanya dilema moral atau pelanggaran thd salah satu prinsip/nilai moral, namun tdk menimbulkan masalah etik.
2. Masalah Etik
Yaitu ada dua atau lebih norma moral atau prinsip yang menimbulkan adanya pertentangan cara penyelesaiannya.
3. Dilema Etik
Yaitu kondisi sulit untuk menentukan keputusan/tindakan yg benar atau salah.
BIOETIK
Adl study ttg isu etika dlm pelayanan kesehatan (Hudak & Gallo, 1997)
Dlm pelaksanaannya etika keperawatan mengacu pd bioetik sbgmn tercantum dlm sumpah & janji profesi keperawatan serta kode etik profesi keperawatan.
ISU ETIS DLM KEPERAWATAN
A. EUTANASIA
Asal kata bhs Yunani, Eu (baik), thanatos (kematian).
Adl praktek pencabutan kehidupan manusia atau hewan melalui cara yg dianggap tdk menimbulkan rasa sakit atau menimbulkan rasa sakit yg minimal. Biasanya diberikan dg memberikan suntikan yg mematikan.
Jenisnya :
a. Eutanasia non agresif/autoeutanasia (eutanasia otomatis)
Pasien menolak dg sadar untk mendptkan perawatan medis dan mengetahui akibat dr penolakannya tsb dpt membahayakan jiwanya. Dg penolakannya tsb, pasien membuat codicil.
b. Eutanasia agresif
Tindakan yg sengaja dilakukan olh dokter/tenaga medis untk mengakhiri hidup pasien.
c. Eutanasia pasif
Adl tdk menggunakan alat atau langkah aktif, dg secara sengaja tdk memberikan bantuan medis yg dpt memperpanjang hidup pasien.
EUTANASIA DITINJAU DARI :
1. Pemberian izin
a. Diluar kemauan pasien
b. Scr tdk sukarela
c. Scr sukarela
2. Tujuan
a. Pembunuhan berdasarkan belas kasihan (mercy killing)
b. Eutanasia hewan
c. Berdasarkan bantuan dokter. Ini adl bentuk lain dr eutanasia agresif scr sukarela.
Eutanasia di berbagai negara
1. Amerika
Eutanasia agresif dinyatakan ilegale Negara bagian yg hukumnya melegalkan scr eksplisit : oregon.
2. Belanda
10 April 2001, Belanda menjd negara pertama di dunia yg melegalkan eutanasia.
Pasien yg mengalami sakit menahun & tak tersembuhkan diberi hak untk mengakhiri penderitaannya.
3. Belgia
Akhir September 2002, parlemen Belgia jg melegalkan eutanasia.
4. Inggris
5 November 2006, kolese kebidanan & kandungan Britania Raya mengajukan proposal kpd Dewan Bioetik Nuffield (Nuffield Council on Bioetics) agar mempertimbangkan izin untk melakukan eutanasia bayi lahir cacat (dissable newborns).
Saat ini eutanasia masih merupakan tindakan ilegal di Inggris. Demikian jg kebijakan resmi BMA (British Medical Association).
5. Indonesia
Eutanasia mrpkn tindakan melawan hukum. Hal ini sesuai dg pasal 334 KUHP : “barang siapa menghilangkan nyawa orang lain atas permintaan orang itu sendiri, yg disebutkan nyata dan sungguh-sungguh, dihukum penjara selama-lamanya 12 tahun.”
Eutanasia Menurut Ajaran Agama
a. Katolik Roma
5 mei 1980 diterbitkan deklarasi ttg eutanasia.
b. Hindu
Didasarkan ttg karma, moksa dan ahimsa.
c. Budha
Eutanasia tdk dibenarkan.
d. Islam
Eutanasia jg tdk dibenarkan, walau dg alasan apapun jg.
B. ABORSI
Merupakan pengeluaran hasil konsepsi sblm janin dpt hidup di luar kandungan.
Adl proses pengakhiran hidup janin sblm diberi kesempatan u/ bertumbuh.
Jenis-jenis aborsi :
a. Aborsi spontan/alamiah.
b. Aborsi buatan/sengaja.
Mrpkn pengakhiran kandungan sblm usia 28 minggu, yg dilakukan dg sengaja.
c. Aborsi terapeutik/medis.
Pengakhiran kandungan buatan karena indikasi medis.
Penyebab Aborsi :
a. Kehamilan yg tak diinginkan.
b. Perkosaan.
c. Ekonomi.
d. Hamil di luar nikah.
e. Kegagalan kontrasepsi.
Hukum-hukum Aborsi :
Pasal 15 ayat (1) dan (2) UU Kesehatan No 23 tahun 1992.
Aborsi dibenarkan apabila dilakukan dg pertimbangan medis.
Aborsi tanpa pertimbangan medis disebut aborsi provokatus kriminalis.
C. TRANSPLANTASI ORGAN
Adl pemindahan organ dari satu tempat ke tempat lain pd tubuh sendiri atau orang lain dgn syarat & kondisi tertentu.
Jenis-jenis transplantasi :
a. Transplantasi Autologus.
Adl perpindahan dari satu tempat ke tempat lain dari tubuh itu sendiri, yg dilakukan sblm pemberian kemoterapi.
b. Transplantasi Alogenik
Adl perpindahan dari satu tubuh ke tubuh lain yg sama spesiesnya, baik dg atau tanpa hubungan keluarga.
c. Transplantasi Singenik
adl perpindahan dari satu tubuh ke tubuh lain yg identik, misal pd kembar identik.
d. Transplantasi Xenograft
Adl perpindahan dari satu tubuh ke tubuh lain yg tdk sama spesiesnya.
Hukum Tranplantasi :
1. UU no 23 tahun 1992 : transplantasi o/ org yg bkn ahlinya, tanpa persetujuan donor atau ahli waris, dipidana 7 tahun penjara.
2. UU no 23 tahun 2002 : sbg bentuk perlindungan anak yg jg rentan thd komersialisasi organ tubuh.
3. UU no 21 tahun 2007 : perdagangan organ tubuh, dipidana 3 – 15 tahun.
Aspek Etik Transplantasi
Determination of clinical death (perkiraan kematian klinis).
Masalah yg sering tjd adalah penentuan meninggalnya seseorang secara klinis.
Menurut Rosdahl (1999), kriteria kematian klinis (brain death) dibeberapa negara bagian Amerika sbb :
a. Penghentian nafas. stlh berhentinya pernafasan artifisal selama 3 menit (inspirasi-ekspirasi).
b. Berhentinya denyut jantung tanpa stikulus eksternal.
c. Tdk ada respon verbal & non verbal stlh stimulus eksternal.
d. Hilangnya refleks (refleks chepalic).
e. Dilatasi pupil.
f. Hilangnya fungsi seluruh otak, yg dibuktikan dg EEG.
D. SUPPORTING DEVICE
Adl alat bantu manusia dr kekurangan fisik (cacat fisik).
XI. PRINSIP LEGAL DALAM PRAKTEK KEPERAWATAN
XII. MENCARI BAHAN DI INTERNET UNTUK PEMBELAJARAN
XIII. PEMANFAATAN IT DLM PRAKTEK KEPERAWATAN
XIV. PERLINDUNGAN HUKUM DLM PRAKTEK KEPERAWATAN
XV. BERFIKIR KRITIS DALAM KEPERAWATAN
Tidak ada komentar:
Posting Komentar